Rabu, 22 Oktober 2014

Transfering Knowledge for Santriwan Santriwati

 CARA MENGAJAR ALA USTADZAH -Have Fun-
Untuk menciptakan pengajaran yang aktif, kreatif plus menyenangkan tentunya diperlukan berbagai ketrampilan mengajar. Dengan ketrampilan ini, ustadz-ustadzah bisa memvariasi cara penyampaian ilmu kepada para peserta didik.
Untuk variasi pengajaran, ustadz-ustadzah bisa menggunakan ketrampilan yang  aktif di dalam kelas, seperti mengadakan pembukaan dan penutupan pelajaran, menjelaskan, serta mengadakan variasi.
Berikut trik-nya :
1.      Mengawali dengan pembukaan dengan penuh semangat.
Pembukaan yang dilakukan dipertama kali pertemuan biasanya yang akan ikut andil dalam menentukan lancar tidaknya sebuah majlis ta’lim. Jika pembukaan diawali dengan cara yang sangat professional, menyenangkan, dan penuh semangat biasanya sudah mampu menarik perhatian para peserta didik. Karena membuka pelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seorang ustadz-ustadzah untuk menciptakan kesiapan mental dan menarik perhatian peserta didik secara optimal, agar mereka memusatkan diri sepenuhnya pada pelajaran yang akan disajikan. Untuk mencapai hal-hal tersebut, maka ustadz-ustadzah bisa melakukan upaya berikut:
1.    Memulai kegiatan belajar mengajar dengan sambutan yang meriah. Seusai salam, ustadz-ustadzah bisa langsung menanyakan kabar kepada para peserta didik, atau bisa juga dengan menggunakan yel-yel bersama yang sifatnya menggugah semangat. Kalau di pesantren tempat saya mengajar, para santriwati pasti semangat sekali ketika ustadz-ustadznya menyambut mereka dengan pertanyaan: kaifa halukunna? (bagaimana kabar kalian semua). Dengan pertanyaan itu, dengan serentak dan suara membahana, para santri berseru: ‘Alhamdulillah! Hammasatun! Allahu Akbar!!’ (Alhamdulillah! Semangat! Allahu Akbar). Santriwati sendiri yang menciptakan yel-yel itu. Bersyukur sekali saya mempunyai anak didik yang selalu menumbuhkan motivasi sendiri, sehingga bukannya ustadzahnya yang membuat mereka semangat, tetapi justru malah mereka yang membuat para ustadz-ustadzahnya semangat mengajar. Benar-benar ajiib. ^_^
2.  Sebelum masuk ke inti pelajaran, ustadz-ustadzah bisa memulainya dengan memberikan pertanyaan mengenai pelajaran yang telah lampau. Sangat bagus sekali jika pada beberapa menit pertama digunakan untuk mengulang pelajaran sebelumnya dengan sekilas. Bisa juga, untuk menarik perhatian, ustadz-ustadzah mengawali pelajaran dengan cerita yang penuh hikmah. Dengan demikian pengajaran akan berjalan mulus lebih awal karena para peserta didik sudah focus pada pengajar di awal waktu.
3.      Menyampaikan tujuan (kompetensi dasar) yang akan dicapai.
4.      Mengulang sebentar materi yang sudah dijarkan di waktu yang lampau untuk sekedar mengingat. Setelah itu ustadz-usatadzh menghubungkan materi tersebut dengan materi yang akan diajarkan.
2.      Mengadakan Variasi
Pintar-pintar menciptakan variasi mengajar merupakan satu ketrampilan yang harus dikuasai para ustadz-ustadzah untuk mengatasi kebosanan para peserta didik dan menjaga ketekunan, semangat, serta antusias mereka dalam belajar. Berikut ini beberapa variasi yang bisa dicoba:
1. Memvariasikan suara, gerakan badan dan mimik, mengubah posisi, dan mengadakan kontak pandang dengan para peserta didik.
2. Variasi dalam menggunakan media pengajaran, seperti alat-alat peraga. Akan sangat baik sekali jika media tersebut bisa dilihat kasat mata.
3. Variasi dalam pola interaksi misalnya dengan mengolompokkan peserta didik, tempat kegiatan pembelajaran, dan lain-lain.
3.      Tips Menyampaikan Materi
Dalam menyampaikan materi pengajaran, diperlukan sekali variasi yang mendukung kelancaran berlangsungnya kegiatan belajar mengajarnya. Walaupun misalnya para ustadz-ustadzah menyampaikan materi pengajaran dengan cara berceramah atau menjelaskan, maka tetap diharapkan para peserta didik tetap antusias mengikuti pelajaran sampai akhir. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa dicoba:
1.      Ikhlas. Nah, ini mah yang harus dipatok pertama kali. Ikhlas merupakan pondasi dalam melakukan segala kegiatan. Jika dalam mengajar ustadz-ustadzah ikhlas untuk berbagi ilmu, maka otomatis cara penyampaian materi yang ustadz-ustadzah lakukan akan terasa menyenangkan dan mudah difahami bagi semua peserta didik.
2.    Menguasai materi. Untuk bisa menyampaikan materi dengan baik, tentu para ustadz-ustadzah dituntut untuk menguasai materi yang akan disampaikan. Dengan demikian, ustadz-ustadzah tidak bingung ketika menjelaskan maupun ketika mendapat pertanyaan dari peserta didik.
3.      Ketika menyampaikan materi pengajaran, kita usahakan dengan bahasa yang sederhana, lugas dan tidak bertele-tele.
4.     Memberikan contoh yang riil untuk setiap materi yang disampaikan. Kalau perlu juga memberikan analogi untuk penjelasan yang dianggap rumit.
5.  Memberikan canda tawa atau humor ditengah-tengah pelajaran juga sangat perlu diadakan untuk mencairkan suasana, dan lebih membuat anak rileks.
6.      Mengajukan pertanyaan kepada peserta didik untuk mencek pemahaman mereka.
7.      Sangat dianjurkan untuk memberi tantangan kepada para peserta didik untuk menguatakan pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan. Misalnya, para peserta didik yang mengaku sudah faham dengan penjelasan ustadz-ustadzah, disuruh mengulang di depan kelas seakan-akan ia adalah ustadz atau ustadzah yang sedang mengajar.
4.      Mengakhiri dengan penutupan yang berkesan
Untuk mengakhiri kegiatan belajar, ustadz-ustadzah bisa dengan menyimpulkan kembali materi yang telah disampaikan. Mengajukan beberapa pertanyaan kepada semua peserta didik untuk mencek pemahaman juga sangat baik untuk dilakukan. Selain itu juga, ustadz-ustadzah juga perlu memberikan tugas rumah baik berupa latihan-latihan praktek yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan, atau pun membaca bacaan yang terkait dengan pelajaran untuk menguatkan pemahaman atau menambah wawasan. Sebelum menutup majlis, ustadz-ustadzah sebisa mungkin memberi pesan atau motivasi kepada para peserta didik untuk terus belajar dan tak berputus asa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar