CARA MENGAJAR ALA USTADZAH -Have Fun-
Untuk
menciptakan pengajaran yang aktif, kreatif plus menyenangkan tentunya
diperlukan berbagai ketrampilan mengajar. Dengan ketrampilan ini,
ustadz-ustadzah bisa memvariasi cara penyampaian ilmu kepada para peserta
didik.
Untuk
variasi pengajaran, ustadz-ustadzah bisa menggunakan ketrampilan yang aktif di dalam kelas, seperti mengadakan
pembukaan dan penutupan pelajaran, menjelaskan, serta mengadakan variasi.
Berikut trik-nya :
1.
Mengawali
dengan pembukaan dengan penuh semangat.
Pembukaan
yang dilakukan dipertama kali pertemuan biasanya yang akan ikut andil dalam
menentukan lancar tidaknya sebuah majlis ta’lim. Jika pembukaan diawali dengan
cara yang sangat professional, menyenangkan, dan penuh semangat biasanya sudah
mampu menarik perhatian para peserta didik. Karena membuka pelajaran merupakan suatu kegiatan yang
dilakukan seorang ustadz-ustadzah untuk menciptakan kesiapan mental dan menarik
perhatian peserta didik secara optimal, agar mereka memusatkan diri sepenuhnya
pada pelajaran yang akan disajikan. Untuk mencapai hal-hal tersebut, maka
ustadz-ustadzah bisa melakukan upaya berikut:
1. Memulai kegiatan
belajar mengajar dengan sambutan yang meriah. Seusai salam, ustadz-ustadzah
bisa langsung menanyakan kabar kepada para peserta didik, atau bisa juga dengan
menggunakan yel-yel bersama yang sifatnya menggugah semangat. Kalau di
pesantren tempat saya mengajar, para santriwati pasti semangat sekali ketika
ustadz-ustadznya menyambut mereka dengan pertanyaan: kaifa halukunna?
(bagaimana kabar kalian semua). Dengan pertanyaan itu, dengan serentak dan
suara membahana, para santri berseru: ‘Alhamdulillah! Hammasatun! Allahu
Akbar!!’ (Alhamdulillah! Semangat! Allahu Akbar). Santriwati sendiri yang
menciptakan yel-yel itu. Bersyukur sekali saya mempunyai anak didik yang selalu
menumbuhkan motivasi sendiri, sehingga bukannya ustadzahnya yang membuat mereka
semangat, tetapi justru malah mereka yang membuat para ustadz-ustadzahnya
semangat mengajar. Benar-benar ajiib. ^_^
2. Sebelum masuk ke
inti pelajaran, ustadz-ustadzah bisa memulainya dengan memberikan pertanyaan
mengenai pelajaran yang telah lampau. Sangat bagus sekali jika pada beberapa
menit pertama digunakan untuk mengulang pelajaran sebelumnya dengan sekilas.
Bisa juga, untuk menarik perhatian, ustadz-ustadzah mengawali pelajaran dengan
cerita yang penuh hikmah. Dengan demikian pengajaran akan berjalan mulus lebih
awal karena para peserta didik sudah focus pada pengajar di awal waktu.
3.
Menyampaikan
tujuan (kompetensi dasar) yang akan dicapai.
4.
Mengulang
sebentar materi yang sudah dijarkan di waktu yang lampau untuk sekedar
mengingat. Setelah itu ustadz-usatadzh menghubungkan materi tersebut dengan
materi yang akan diajarkan.
2.
Mengadakan
Variasi
Pintar-pintar menciptakan variasi
mengajar merupakan satu ketrampilan yang harus dikuasai para ustadz-ustadzah untuk
mengatasi kebosanan para peserta didik dan menjaga ketekunan, semangat, serta
antusias mereka dalam belajar. Berikut ini beberapa variasi yang bisa dicoba:
1. Memvariasikan
suara, gerakan badan dan mimik, mengubah posisi, dan mengadakan kontak pandang
dengan para peserta didik.
2. Variasi dalam
menggunakan media pengajaran, seperti alat-alat peraga. Akan sangat baik sekali
jika media tersebut bisa dilihat kasat mata.
3. Variasi dalam pola interaksi misalnya dengan
mengolompokkan peserta didik, tempat kegiatan pembelajaran, dan lain-lain.
3.
Tips
Menyampaikan Materi
Dalam menyampaikan materi pengajaran,
diperlukan sekali variasi yang mendukung kelancaran berlangsungnya kegiatan
belajar mengajarnya. Walaupun misalnya para ustadz-ustadzah menyampaikan materi
pengajaran dengan cara berceramah atau menjelaskan, maka tetap diharapkan para
peserta didik tetap antusias mengikuti pelajaran sampai akhir. Berikut ini ada
beberapa tips yang bisa dicoba:
1.
Ikhlas. Nah, ini
mah yang harus dipatok pertama kali. Ikhlas merupakan pondasi dalam melakukan
segala kegiatan. Jika dalam mengajar ustadz-ustadzah ikhlas untuk berbagi ilmu,
maka otomatis cara penyampaian materi yang ustadz-ustadzah lakukan akan terasa
menyenangkan dan mudah difahami bagi semua peserta didik.
2. Menguasai materi.
Untuk bisa menyampaikan materi dengan baik, tentu para ustadz-ustadzah dituntut
untuk menguasai materi yang akan disampaikan. Dengan demikian, ustadz-ustadzah
tidak bingung ketika menjelaskan maupun ketika mendapat pertanyaan dari peserta
didik.
3.
Ketika menyampaikan
materi pengajaran, kita usahakan dengan bahasa yang sederhana, lugas dan tidak
bertele-tele.
4. Memberikan
contoh yang riil untuk setiap materi yang disampaikan. Kalau perlu juga
memberikan analogi untuk penjelasan yang dianggap rumit.
5. Memberikan canda
tawa atau humor ditengah-tengah pelajaran juga sangat perlu diadakan untuk
mencairkan suasana, dan lebih membuat anak rileks.
6.
Mengajukan
pertanyaan kepada peserta didik untuk mencek pemahaman mereka.
7.
Sangat
dianjurkan untuk memberi tantangan kepada para peserta didik untuk menguatakan
pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan. Misalnya, para peserta
didik yang mengaku sudah faham dengan penjelasan ustadz-ustadzah, disuruh
mengulang di depan kelas seakan-akan ia adalah ustadz atau ustadzah yang sedang
mengajar.
4.
Mengakhiri
dengan penutupan yang berkesan
Untuk
mengakhiri kegiatan belajar, ustadz-ustadzah bisa dengan menyimpulkan kembali
materi yang telah disampaikan. Mengajukan beberapa pertanyaan kepada semua
peserta didik untuk mencek pemahaman juga sangat baik untuk dilakukan. Selain
itu juga, ustadz-ustadzah juga perlu memberikan tugas rumah baik berupa
latihan-latihan praktek yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan,
atau pun membaca bacaan yang terkait dengan pelajaran untuk menguatkan
pemahaman atau menambah wawasan. Sebelum menutup majlis, ustadz-ustadzah sebisa
mungkin memberi pesan atau motivasi kepada para peserta didik untuk terus
belajar dan tak berputus asa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar