Rabu, 08 Oktober 2014

“Sepucuk Surat Untukmu Calon Imamku”


Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Wahai imamku di masa depan..apa kabarnya kau disana ? masihkah semangat berjuang menemuiku ? J
Dan..aku disini tak kenal kata lelah dan menyerah untuk senantiasa mencarimu..memantaskan diri di hadapan Allah.
Ku harap..kaupun begitu.. J
Aku belajar banyak hal,agar nanti suatu saat jika Allah sudah menentukan waktu-Nya, kita akan bertemu. Dan saat itu, aku sudah benar-benar siap untuk berjuang di jalan dakwah bersamamu.. membela agama Allah,,mendidik calon mujahid dan mujahidah kecil kita sepenuh hati,,membangun keluarga yang penuh cinta,,dan bersama membangun istana di surga. J
Wahai imamku... ku sadar ,,diriku jauh dari sempurna.
Aku memang bukan Siti Khadijah, tapi.. aku belajar setia darinya.
Bukan pula Siti Aisyiyah, tapi... aku belajar bersabar darinya.
Aku bukan Siti Aisyah, tapi... aku belajar ikhlas darinya.
Dan bukanlah Fathimah Binti Muhammad, tapi... aku belajar tabah darinya. J
Kata awal imamku...aku sangat pencemburu. Semoga kita sentiasa bisa menjaga hati kita selagi berjauhan.
Bersabarlah, yakinlah Allah pasti mempertemukan kita. Jika memang bukan dunia ini tempat pertemuan kita, insyaAllah... kita akan bertemu di jannah-Nya kelak.
Semangatlah duhai kasihku,aku slalu menunggumu.
Salam sayang ,, istri masa depanmu J
( Nurul Fauzia Hayati )
Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar